Lanskap mesin pencari sedang mengalami transformasi terbesar dalam satu dekade terakhir. Dengan masifnya adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI), Google mulai mengubah cara mereka menyajikan informasi melalui fitur seperti AI Overviews dan AI Mode. Perubahan ini tentu memunculkan pertanyaan penting bagi para pemilik website: apakah AI ini akan merebut traffic organik, atau justru membuka peluang visibilitas baru?
Sebagai respons terhadap pergeseran ini, Google baru saja merilis kontrol baru di Google Search Console (GSC) bernama “Search Generative AI”. Fitur ini memberikan Anda otoritas penuh untuk menentukan apakah konten website Anda boleh ditampilkan dalam hasil pencarian berbasis AI milik Google.
Mari kita bedah cara kerja fitur ini dan bagaimana Anda harus mengaturnya untuk mendukung strategi SEO modern Anda.
Apa Itu Fitur “Search Generative AI” di GSC?

Fitur ini dapat Anda temukan dengan masuk ke dashboard Google Search Console Anda, lalu navigasi ke menu Settings (Setelan). Di bawah bagian Property settings, Anda akan menemukan opsi Search Generative AI.
Saat Anda mengeklik menu tersebut, Google memberikan tiga pilihan pengaturan yang akan berdampak langsung pada bagaimana website Anda berinteraksi dengan AI Overviews dan fitur AI generatif lainnya:
- Include my site’s links and content (Sertakan tautan dan konten situs saya) Memilih opsi ini berarti Anda mengizinkan sistem AI Google untuk menggunakan konten Anda sebagai rujukan dan menampilkannya sebagai tautan sumber (sitasi) di dalam jawaban AI yang dilihat oleh pengguna.
- Exclude my site’s links and content (Kecualikan tautan dan konten situs saya) Opsi ini memblokir seluruh konten dari domain tersebut agar tidak ditampilkan sebagai rujukan di dalam jawaban AI generatif. Google menegaskan bahwa memilih opsi ini tidak berdampak pada peringkat pencarian organik tradisional (10 blue links) Anda.
- Inherit control from parent (Warisi kontrol dari properti induk) Ini adalah setelan default jika properti GSC yang Anda buka adalah turunan dari properti lain (misalnya, Anda sedang membuka setelan untuk sebuah sub-folder atau sub-domain). Aturannya akan otomatis mengikuti pilihan dari domain utamanya.
Miskonsepsi Terbesar: Tampilan AI vs Pelatihan AI
Ada satu kesalahpahaman krusial di kalangan pemilik website saat fitur ini dirilis. Banyak yang mengira bahwa menekan tombol “Exclude” berarti Google akan berhenti menggunakan data situs mereka untuk melatih model bahasa besar (Large Language Models/LLM) mereka.
Faktanya: Fitur di GSC ini HANYA mengatur tampilan (display) untuk pengguna akhir, bukan pemblokiran pelatihan AI (AI scraping).
Jika Anda memilih “Exclude”, konten Anda sekadar disembunyikan dari jawaban AI yang dilihat pencari. Namun, crawler Google tetap bisa membaca dan menggunakan konten tersebut untuk melatih kecerdasan buatan mereka.
Jika tujuan teknis Anda adalah memblokir bot AI Google agar tidak mengumpulkan data dari situs Anda untuk keperluan training, Anda harus melakukannya di level server melalui file robots.txt dengan memblokir user-agent Google-Extended.
Memandang Fitur Ini dari Perspektif Generative Engine Optimization (GEO)
Di era di mana optimasi bergeser dari sekadar SEO tradisional menuju Generative Engine Optimization (GEO) dan Artificial Intelligence Optimization (AIO), visibilitas di hasil pencarian AI adalah evolusi dari Featured Snippets.
Sistem AI seperti Google AI Overviews cenderung merangkum informasi dari berbagai sumber tepercaya untuk memberikan jawaban instan. Jika Anda menolak berpartisipasi dengan memilih “Exclude”, Anda pada dasarnya sedang memberikan “lahan gratis” di puncak SERP (Top of Funnel) kepada kompetitor yang bersedia kontennya dikutip oleh AI.
Di SEOpolitan, kami mengamati bahwa brand yang mampu mengoptimalkan strukturnya agar mudah dibaca oleh AI (baik melalui schema markup, struktur konten yang logis, dan otoritas yang kuat) memiliki peluang lebih besar untuk mendominasi impressions di era pencarian baru ini. Terlebih, Google juga mulai mengintegrasikan laporan performa khusus “Generative AI” di GSC, memudahkan kita melacak halaman (anchor pages) mana yang paling sering mendatangkan traffic dari sitasi AI.
Rekomendasi: Harus Pilih yang Mana?
Bagi 95% website—baik itu e-commerce, blog perusahaan, maupun portal layanan digital—rekomendasi terbaik adalah mempertahankan pengaturan di opsi Include. Manfaatkan setiap peluang yang ada untuk menjaring traffic dan brand awareness dari sistem AI Google.
Opsi Exclude hanya disarankan untuk kasus yang sangat spesifik, misalnya:
- Portal berita dengan sistem paywall ketat yang murni mengandalkan langganan berbayar.
- Website yang berisi data eksklusif berlisensi yang tidak boleh didistribusikan ulang dalam bentuk ringkasan publik.
SEO bukan lagi sekadar memperebutkan peringkat di deretan blue links, melainkan tentang bagaimana membangun entitas brand Anda menjadi sumber informasi yang paling dipercaya, baik oleh manusia maupun mesin AI. Memahami dan mengonfigurasi fitur “Search Generative AI” di GSC adalah langkah teknis pertama yang sangat penting di era ini.
Apakah Anda bingung menyusun strategi SEO dan GEO yang tepat untuk menghadapi perubahan algoritma pencarian ini? Jangan biarkan kompetitor mencuri visibilitas Anda. Diskusikan kebutuhan audit teknis dan optimasi website Anda bersama tim ahli di SEOpolitan hari ini.